Belok Kanan: Melaka! (Pt 2 – end.)

Belok Kanan: Melaka! (Pt 2 – end.)

Ola, welcome back. Bagi kamu yang menunggu kelanjutan dari kisah perjalanan saya di Melaka part 1, mohon maaf. karena segala kesibukan yang mendera. ahahaha, Bagi kamu yang tidak menunggu, yorapopo~ ijinkan kali ini menjadi kesempatan saya melanjutkan ceritanya.

bentar saya napas dulu yah.

Hari kedua saya dan kawan-kawan di Malaysia adalah hari yang favorit karena ini adalah inti dari perjalanan kami ke negeri jiran. hari ini kami akan pergi ke MELAKAAAAA~ Namun sayangnya, perjalanan hari ke-2 kali ini tidak sesuai dengan rencana. Harusnya kami keluar hotel di pagi-pagi hari menuju terminal. lha kok ndilalahnya, kami bangun kesiangan (ya wajar lah kemarin kan mainnya seharian dan perjalanan panjang). dan sepagian ini gloomy sangat karena gerimis yang cukup deras. walhasil kami baru keluar hotel jam 9 pagi. dan sampai di terminal itu jam 10. sayang disayang, ternyata tiket bus kami habis yang jam 10. jadwal bus tercepat adanya jam 12 siang. dan daripada ngga kemana-mana yaaa kan, akhirnya kami memutuskan untuk  kegalauan melanda. yang terjadi selanjutnya adalah kami ngemper saudara-saudara.

 

Bus yang kami tumpangi cukup nyaman .dengan harga sekali berangkat senilai 13.40 RM dengan KKKL Express. busnya juga cukup nyaman, parameternya sih saya bisa tidur dengan nyenyak selama perjalanan. Spending 4 hours just enjoying the view? Eh monmaap. Saya ngantuk sodara-sodara. Lagian saya merasa bahwa sepanjang perjalanan ya gitu2 aja sih ya. *alasan

Sampai di Melaka sudah jam 16.00 sore itu pun masih di terminal bus lho ya, belom ke lokasi yang ingin kami datangi. Sedikit menyesal karna kami akan berada di sini hanya sekitar kurang lebih 2 jam saja. Karna bus yang kami tumpangi balik ke KL berangkat jam 18.00. Sedih, tapi ya mau gimana lagi. Hal pertama yang kami lakukan adalah memesan grab untuk menuju tempat sesuai itinerary. Yang saya suka naik grab di Malaysia adalah drivernya sangat ramah apalagi pas tau kalau kami dari Indonesia. hahahaha. dan kami mendapat tips bahwa jika ingin jalan-jalan di Melaka harus stay paling tidak 1 hari. staying in Malacca for 2 hours will took you nothing. Ah baiklah, next time ya Paman. kami sudah lapar dan tolonglah antarkan kami ke warung makan yang katanya terkenal. Hahaha. Dan ternyata parameter terkenal adalah rameeeeee bangett. Antriannya mengular bangettt.

Dan karena kami punya keterbatasan waktu ya akhirnya kami mengalah. Mending eksplor kawasan. Keluar dari kawasan Ee Ji Ban kami langsung merasakan atmosfer yang sungguh menyenangkan. i always love Kota Tua vibes. di sini kalian bisa menikmati keindahan bangunan-bangunan lama dengan corak arsitektur khas Melaka.

 

yang akan dijumpai di Melaka ini adalah:

Benteng A Famosa. Benteng ini adalah benteng peninggalan penjajah Portugis di Malaysia pada jaman dulu kala di mana benteng ini menjadi salah satu bentuk pertahanan diri dari serangan musuh. Benteng ini didirikan untuk mengamati musuh yang sekiranya akan datang menyerang dari arah pantai. kawasan benteng ini tidak terlalu luas, namun benteng ini sangat terpelihara dengan baik dan dilindungi oleh pemerintah setempat.

Malaysia merupakan salah satu negara yang ramah pejalan kaki. kenyamanan yang disediakan untuk pejalan kaki juga disediakan dalam kawasan ini yaitu riverwalk. Pedestrian yang paralel di bibir sungai ini sangat ideal untuk menikmati suasana tepian sungai Melaka.

 

di sepanjang sisi sungai ini banyak kafe kok. di sebrangnya malah ada jejeran warung yang jual dawet super recommended kalau lagi jalan-jalan di Melaka.

StadthuysRed Square. Berlokasi di tengah kota, sangat mudah dilihat karena kompleks bangunan tersebut berwarna merah dan itu sebabnya dikenal dengan nama Red Square. Awalnya merupakan sebuah tempat pemerintahan Gubernur Belanda, lalu sempat dijadikan sekolah dan kini menjadi Museum Sejarah dan Etnografi, Galeri Laksamana Cheng Ho, Museum Sastera, Museum Pemerintahan Demokrasi, dan Museum Yang Di-Pertua Negeri. Diperkirakan adalah bangunan Belanda tertua se Asia Tenggara yang masih digunakan.

Musium Setem Melaka, Musium Islam Melaka, dan Musium Seni Bina Malaysia

 

Christ Church. Lokasinya di sebelah kompleks Stadthuys, Dibangun sejak 1741 dan selesai pada 1753 dan merupakan gereja Protestan tertua di Malaysia yang masih digunakan sampai saat ini.

Queen Victoria Fountain. Di depan Christ Church terdapat air mancur Queen Victoria, yang dibangun pada 1904 oleh pemerintah Inggris dan menjadi sebuah landmark di Melaka dan masih berfungsi sampai sekarang.

Mural. di sudut perkampungan yang ada setelah susur sungai, ada 1 koridor jalan yang berisikan mural yang jadi salah satu daya tarik wisata.

Melaka is too beautiful. benar kata si Paman driver grab, spending 2 hours in Melaka will never be enough. next time we should come back for good. karena emang masih buwanyaaaaaak yang belom dieksplor. Semoga ada rejeki ke sana lagi.

salam dari kami yang kucel dan kelelahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *