Kita cuma butuh patuh dan taat. Itu saja.

Kita cuma butuh patuh dan taat. Itu saja.

Sebaik-baiknya rencana manusia atas dirinya, ternyata masih lebih baik rencana Sang Pencipta. Meski sudah berbuat sebaik-baiknya dan hati-hatipun, jika Dia berkehendak lain kita bisa apa?

Kita cuma butuh patuh dan taat (dengan skenario hidup yang telah Dia buat).

Semakin ke sini, semakin sadar bahwa apapun yang kita miliki tidak benar-benar kita miliki. Belajar penuh dari sebuah kehilangan (yang entah kesekian kalinya), semua akan diambilNya, pada masa yang Dia anggap baik (meski kita merasa tidak) dan pada masa yang menurutNya tepat (meski kita merasa tidak). pun sebaliknya, dia akan memberi kita yang Dia anggap baik (meski kita merasa tidak) dan pada masa yang menurutNya tepat (meski kita merasa tidak).

Lagi-lagi, kita cuma butuh patuh dan taat.

Ya kalau kata Dee Lestari di salah satu lagunya, “if everything has been written down, so why worry?

Ujung-ujungnya mah, kita cuma butuh patuh dan taat.

itu saja.

 

Malang yang hujan dan dingin, 20 Nov 2016

Tempatku bersegera menujumu.

Tempatku bersegera menujumu.

image

Bandara. Membelah jarak dan waktu antara kita. Terukur sudah ribuan hasta dan detik membentang.

Di kota ini, pikiranku melayang tentang kamu. Berjelaga tentang segala pertemuan kita di masa lalu.

Semakin jauh melakukan perjalanan, semakin ingin menjadikanmu sebagai tempat berpulang.

 

Bandara. Tempat di mana semua rasa berkecamuk.

Peluh dan penat selepas kerja membuat segalanya terbayarkan dengan rasa senang ingin cepat sampai di rumah.

 

Bandara. Tempatku bersegera menemuimu.

Tunggulah wahai sayang, sejengkal lagi kita akan bersua dalam temu.

 

Ambon, 12 Juni 2016

Kepada pagi

Kepada pagi

image

Kepada pagi, hangatkanlah jiwa-jiwa yang sepi.

Sang peraih cita dan cinta yang sedang berusaha mengijabah mimpi.

Berharap semesta memberkati.

 

Banda, 9 Juni 2016

… dengan baik.

… dengan baik.

image

Allah merahasiakan masa depan untuk menguji kita berprasangka baik, berencana baik, berupaya baik, bersyukur dan bersabar (dengan baik)
– Salim A Fillah

Tak pernah tau apa yang akan benar terjadi kedepannya. Jalan hidup nampak masih sangat lurus dan panjang, yah meskipun ada cabang-cabang tikungan jalan, kerikil kecil, tanjakan dan lain sebagainya yang tak kasat mata.

Berpasrah padanya dengan meminta dan memohon yang terbaik. Meminta, bukan meminta-minta. Memohon, bukan memohon-mohon. Perkara hidup kembalikan saja kepada yang punya hidup. Suratan takdir dan skenario hidup darinya pasti lebih baik dari sutradara manapun. Kita tinggal berbuat baik.. dengan baik.

Love,
Ind.