Bahagia yang sederhana.

Bahagia yang sederhana.

Kadang bahagia tuh ngga harus dari sesuatu yang muluk-muluk. Bisa makan soto (di depot) Lakmar aja udah bikin hari bahagia. Hati senang perut kenyang. Sesederhana itu untuk membahagiakan diri sendiri.

Ini bukan perkara sotonya yang mahal (dari soto biasanya), ataupun tempatnya yang sangat jauh dari kosan. Bukan itu, ini perkara rindu yang sudah selayaknya dibayar tuntas dengan temu. Iya saya rindu makan soto yang ada kering kentangnya! Di Malang soalnya ngga nemu. Jadi gapapa lah ya dibela-belain pergi ke kabupaten sebelah demi semangkok soto. 


Thanks to Fiya yang sudah mau menemani berkelana menerobos teriknya mentari dan padat merayapnya jalan arteri primer yang menghubungkan Malang-Pasuruan. Sungguhlah 3 jam yang penuh perjuangan. Lelah kita terbayar tuntas kak! Danke schoen, Kak!

Tabik,

Ind.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *