Days with Matsushima Sensei

Posted on

pict taken by Pak Kajur PWK UB

DAS: Nde, Matsushima Sensei mau datang lagi ke Malang.

DIS: lagi?

DAS: iyes. pilih salah satu, kamu jemput dia di bandara atau nemenin dia ke Bromo?

DIS: ada opsi lain a.k.a menolak gitu?25

DAS: ya jelas….. tidak ada.

Demikian secuplik obrolan di ruang baca PWK UB yang tenang dan damai. Sungguhlah tidak ada opsi yang enak. Kalau ikut jemput dari Bandara pasti akan akan bingung mau ngajak ngobrol apa selama di perjalanan, kalau ke Bromo ngga bisa tidur juga. sungguhlah pilihan yang berat. akhirnya saya memutuskan untuk menemaninya ke Bromo bareng rombongan lainnya. Bersama ATH, AWH, IRDA, dan beberapa dedek-dedek emesh mahasiswa.

Continue reading »


Bahagia yang sederhana.

Posted on

Kadang bahagia tuh ngga harus dari sesuatu yang muluk-muluk. Bisa makan soto (di depot) Lakmar aja udah bikin hari bahagia. Hati senang perut kenyang. Sesederhana itu untuk membahagiakan diri sendiri.

Ini bukan perkara sotonya yang mahal (dari soto biasanya), ataupun tempatnya yang sangat jauh dari kosan. Bukan itu, ini perkara rindu yang sudah selayaknya dibayar tuntas dengan temu. Iya saya rindu makan soto yang ada kering kentangnya! Di Malang soalnya ngga nemu. Jadi gapapa lah ya dibela-belain pergi ke kabupaten sebelah demi semangkok soto.  Continue reading »


Tentang Kehilangan

Posted on

Dentum kepedihan orang lain yg terasa seperti dentum kepedihan sendiri. Tak ada yg tau apa yg dimau waktu. 

Kematian memang selalu datang di waktu yg tak akan pernah disangka-sangka. Tanpa permisi.

 

Terlalu banyak kabar duka akhir-akhir ini. I just cant bear it for longer time. Kalau yang kehilangan itu temen terdekat rasa sakitnya juga ikut menghujam hati. Langsung kebayang betapa pedihnya merasakan hal yang sama kalau saya berada di posisi mereka. Kehilangan ayah, kehilangan ibu, kehilangan sodara… rasanya pasti akan kehilangan arti.

Continue reading »