ObralObrol: Inikah Rasanya?

Posted on

Me: jadi gimana rasanya?

Him: apa?

Me: being 30-ish.

Him: rasanya deg-degan.

Me: waaah. Aku jadi ikt degdegan.

Him: welcomeeee.

Me: ishh. masih belooom.

Sebuah tanya yang sempat tersampaikan kepada seorang teman di awal tahun 2018. Kebetulan ybs habis posting mengenai umur 30an. Saya lupa tepatnya postingannya apa. Karena udah kehapus juga kan ya ig storynya ybs (yang cuma bertahan 24 jam aja). Saat itu, memang masih 7.5 bulan lagi saya menikmati penghujung angka 20an. Saya ngga mau dong ya diselameti duluan. hahaha.

Continue reading »




Tentang Ramadan 1439 H

Posted on

Ramadan sudah selayaknya menjadi repetisi suka dan cita setiap tahunnya. Saya sangat mendamba datangnya bulan suci ini. Momen kebersamaan bersama keluarga maupun sahabat terdekat. Apapun itu, intinya mendekat dan semakin dekat. Ramadan kali ini buat saya terasa sangat berat. Bahkan dari awal kedatangannya. Definisi mendekat dalam kebersamaan itu terasa nyata. Karena saya harus berjelaga di awal Ramadan bersama keluarga di rumah sakit.

Yep, ayah saya masuk rumah sakit tepat beberapa hari sebelum Ramadan datang. alih-alih tidak bisa buang air kecil dari hari jumat dan seninnya full ngurus kerjaan di kantor, sepulang dari kantor pun ambruk dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit. I thought that was a fine condition because I didn’t get any news about Bapak. Ibuk baru cerita kalau harus ngamar ya selasa malam dan harus pindah rumah sakit karena di rumah sakit sebelumnya kondisi Bapak tidak terdeteksi penyakitnya apa. Rabu dini hari, Bapak sudah pindah ke RSUD Bangkalan. Sudah dapat kamar. Di hari yang sama, saya ada FGD dengan DPU Kota Mojokerto untuk pekerjaan RTBL. sepulangnya dari Mojokerto saya langsung pulang ke Bangkalan, tidak lagi ikut rombongan ke Malang. Continue reading »